Dia masih tertawa dengan suara merdu yang
terkadang mengiris batin
Mata sendu itu berkata dia mencintaiku
Dan dia berlari tak tentu arah
Merongrong suasana dengan segala amarah
Dia itu aku mendekap segala harapan
Tak nyata dia terbentuk diatas segala
pengharapan kesempurnaan
Kebodohan terselip mencemooh kenyataan
Dan sekali lagi terbentur kesadaran akan
ilusi
aku bercermin pada kisah yang redup
dan dia adalah aku
aku adalah bayangan yang tak dapat disentuh
sebab aku semu, cinta sendiri terhadap dia
dan dia adalah bayangan yang kejam tapi
memabukkanku
hidup pada kepalsuan akan senja yang hampa
dan aku tetap saja adalah manusia setengah
bayangan
By : Putri Vidy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar