Kategori

Film (1) Kids (1) Opini (1) Parenting (1) Puisiku (6) Random (1) Referensi (4) Sastra (1) Sex Education (1)

Minggu, 04 Desember 2011

Bakat dan Kreatifitas


SUB.UNIT 1
BAKAT DAN KREATIFITAS

PENGERTIAN BAKAT
          Peserta didik adalah anak-anak yang memilki cirri-ciri istimewa misalnya bakat yang diturunkan dari orang tua atau nenek moyangnya. Setiap individu memilki karakteristik yang berbeda-beda, termsuk dalam bidang dan kadang dari bakat yang dimilikinya.
          Renzulli (Munandar, 1999) mengungkapkan bahwa yang menentukan keberbakatan seorang individu tidak hanya karena kemampuan umumnya berada diatas rata-rata, melainkan juga kreativitas dan pengikatan diri terhadap tugas (task commitment). Munandar (Ali dan Asrori, 2005) menegaskan bahwa bakat (aptitude) mengandung makna kmemapuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan dan dilatih lebih lanjut.
          Seniawan (Ali dan Asrori, 2005) menyimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi itu bersifat umum, misya bakat intelktual umum, sedangkan bakat khusus apabila kemampuan yang berupa potensi itu bersifat khusus, misalnya bakat akademik, bakat kinestetik, bakat seni atau bakat sosial.
          Dengan bakat, memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, tetapi untuk mewujudkan bakat kedalam suatu prestasi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan motivasi. Jika seseorang yang memilki potensi bakat music tetapi tidak memperoleh kesempatan mengembangkannya, maka bakat tersebut tidak akan berkembang dan terwujud dengan baik (menghasilkan prestasi).
          Berkaitan dengan hal tersebut, U.S Office of Education menekankan bahwa anak berbakat memerlukan pelayanan dan program pendidikan khusus sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuan agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat dan untuk pengembangan diri sendiri. Jadi, bakat adalah seberapa baik seseorang memiliki kemampuan pada bidang kemampuan atau keterampilan khusus dengan berlatih. Bakat dapat dikembangkan secara maksimal melalui latihan dengan motivasi yang tinggi. Selain itu, bakat ditentukan oleh seberapa baik kemampuan umum, kreativitas dan komitmen siswa dalam menyelesaikan tugas. Bakat yang berkembang secara maksimal akan memberikan sumbangan yang berarti, abaik untuk masyarakat maupun untuk pengembangan diri siswa yang bersangkutan.
         

HUBUNGAN ANTARA BAKAT DAN PRESTASI
          Menurut Munandar (Ali dan Asrori, 2005) Perwujudan nyata dari bakat adalah prestasi karena bakat sangat menentukan prestasi seseorang. Sekalipun demikian orang yang berbakat belum tentu berprestasi. Hal ini karena bakat bersifat potensial yang membutuhkan lat  ihan dan pengembangan secara maksimal. Bakat khusus yang dikembangkan sejak dini akan daopat terealisasi dalam bentuk prestasi unggul. Berdasarkan penelitian terakhir, ditemukan bahwa sekitar 20% siswa SD dan SMP menjadi anak yang underachiever, artinay prestasi belajar yang mereka peroleh berada dibawah potensi atau bakat intelektual yang sesungguhnya mereka milki.

PENGERTIAN KREATIFITAS
          Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda oloeh pakar berdasarakan sudut pandang masing-masing. Perbrdaan sudut pandang ini menghasilkan berbagai definisi kreativitas dangan penekanan yang berbeda-beda. Barrong (Ali dan Asrori, 2005) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, meskipun tidak mesti baru sama sekali. Hurlock (1978) menegaskan bahwa kreatifitas merupakan gabungan adari gagasan atau produk lama kedalam bentuk baru. Dengan demikian, yang lama menjadi dasar untuk menghasilkan yangng baru.
          Guilford (Ali dan Asrori, 2005) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai cirri-ciri seorang kreatif. Slah satunya adalah kemampuan berfikir divergen. Kemampuan berfikir divergen merupan kemampuan individu untuk mencari berbagai alternatif jawaban terhadap suatu persoalan.
          Menurut Munandar (Ali dan Asrori, 2005) nmengungkapkan bahwa : “ Kreatifitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, penulisan, keluwesan, orsinalitas dalam berfkir serta kemampauan untuk mnekolabarosikan satu gagasan.” Utami Munandar membahas lebih mendalam bahwa kreatifitas merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Lingkungan dapat mendukung berkembangnya kreatifitas dan dapat menghambat perkembangannya.

HUBUNGAN ANTARA KREATIFITAS DAN INTELEGENSI
          Apakah orang yang kreatif selalu memiliki intelegensi yang tinggi, atau apakah seseorang yang intelegensinya tinggi juga kreatif? Berdasarkan teori “ Ambang Intelegensi untuk kreatifitas”, sampai tingkat intelegensi tertentu yang diperkirakan seputar IQ 120, pada hubungannya yang erta antara intelegensi dan kreativitas. Produk kreativitas yang tinggi memerlukan tingkat intelegensi yang tinggi pula.
          Hurlock (1978) mengemukakan bahwa tidak smeua orang dengan kecerdasan yang tinggi merupakn pencipta. Misalnya, banyak anak yang mencapai keberhasilan akademis, tetapi hanay sedikit yang menunjukkan cara berfikir kreatif, korelasi yang tinggi anatar kecverdasan dan kreativitas yang tinggi sebagian besar bergantung pada faktor diluar kreatifitas dan kecerdasan. Kreativitas yang mengarah kepenciptaan sesuatu yang baru bergantung pada kemamapuan untuk mendapatkan pengetahuan yang sudah umum diterima. Pengetahuan tersebut kemudian diolah kedalam bentuk baru dan orisinal. Kreativitas tidak dapat berfungsi kedalam kekosongan, kreativitas menggunakan pengetahuan yang diterima sebelumnya dan bergantung pada kemampuan intelektual seseorang.




 *******************************************************

SUB. UNIT 2
IDENTIFIKASI PENGUKURAN BAKAT DAN KREATIVITAS

ALASAN MENGIDENTIFIKASI BAKAT KREATIF
          Mengindetifikasi bakat kreatif siswa-siswi merupakan Sesutu yang penting bagi seorang guru SD/MI karena alas an berikut :
1.    Kreatifitas sangat bermakna dalam kehidupan, kreatifitas tidak hanya bermanfaat bagi siswa itu sendiri, tetapi juga dapat memberikan sumbangan kepada masyarakat luas.
2.    Melalui pengukuran dan identifikasi bakat kreatif, akan ditemukan pula siswa-siswa yang kemampuan kreatifnya sangat rendah. Bagi siswa-siswa demikian, seorang guru harus melakukan remediasi kemampuan kreatif
3.    Dengan maemahami bakat kreatif siswa yang terpendam, guru dapat terbantu untuk merancang kegiatan yang menantang dan menarik bagi siswa sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

MENGIDENTIFIKASI LIMA BIDANG BAKAT KHUSUS
Berdasarkan definisi dari U.S Office of Education, bidang-bidang keberbakatan bakat dapat didefinisikan sebagai berikut :
1.    Bakat Akademik Khusus
Dalam mengidentifikasi bakat akademik khusus. Seorang guru dapat menggunakan test prestasi akademis. Test prestasi akademis bertujuan menguku pemebelajaran, pengetahuan tentang fakta dan prisip, dan kemampuan untuk  menerapkannya dalam situasi sehari-hari (Munandar, 1999).
2.    Bakat Kreatif
Alat untuk mengidentifikasi bakat kreatif yang berlaku di Indonesia diantaranya kreatifitas verbal. Test ini terdiri dari 6 sub.test yang mengukur dimensi berfikir divergen. Setiap sub.test, mengukur aspek yang berbeda dari berfikir kreatif. Ke-6 sub.test dari test kreatifitas verbal adalah permulaan kata, menyusun kata, membentuk kalimat tiga kata, sifat-sifat yang sama, macam-macam penggunaan, dan apa akibatnya. (Munandar 1999).
3.    Bakat Seni
Mengenali bakat seni bergantung pada metode abservasi yang dinilai oleh ahli dalam bidang seni. Diharapkan ahli-ahli tersebut tidak hanya menilai kemampuan reproduktif dibidanf seni, tetapi juga kemampuan inovatif melalui kecenderungan-kecenderungan untuk dapat melepaskan diri dari bentuk seni yang konvensional tradisioanal (Munandar, 1999).
4.    Bakat Psikomotor
     Kemamapuan psikomotor tidak hanya diperlukan dalam berolahraga namun juga  berbagai kegiatan lain sperti memainkan alat musik dan drama, dan menari dsb. Derajat keterampilan motorik yang diperlukan masing-masing kegiatan tersebut berbeda-beda dalam melakukan identifikasi kemampuan psikomotorik, diperlukan pemahaman mengenai kemampuan-kemampuan yang terkiat dengan psikomotorik yang akan diukur. 
5.    Bakat Sosial
Bakat sosial didefinisikan oleh Marlan (Munandar, 1999) sebagai bakat kepemimpinan yang tidak hanya mencakup kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian. Berdasarkan tujuan teori dari riset ditemukan bahwa faktor yang paling erat kaitannya dengan kepemimpinan (Stogdill, dikutip Katena dalam Munandar, 1999) adalah : Kapasitas, prestasi, tanggung jawab, peran serta, status , dan situasi.




*******************************************************
 
SUB. UNIT 3
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAKAT DAN KREATIFITAS

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS
          Bakat sebagai potensi masih memerlukan latihan dan pengembangan agar dapat diwujudkan dalam bentuk prestasi. Sejumlah yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus dikelompokkan ke dalam 2 golongan yaitu faktor intrernal dan faktor eksternal (Alim dan Asrori, 2005). Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu. Farktor-faktor internal tersebut mengcangkup: minat, motif berprestasi,keberanian mengambil resiko, ulet dan tekun, serta kegigihan dan daya juang.
          Adapun faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari lingkungan tempat seorang anak tumbuh dan berkembang. Faktor-faktor eksternal meliputi: kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri, sarana dan prasarana, dan dukungan dan dorongan orang tua/keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan pola asuh.
          Siswa yang memiliki ketekunan, kegigihan, keberanian, dan motif berprestasi yang tinggi, serta minat pada bidang tertentu akan mampu mengembangkan bakatnya dengan dukungan/dorongan dari lingkungan, melalui kempatan yang diberikan untuk  berlatih dan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan kegiatan sesuai dengan bakat dan minat anak).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KREATIVITAS
          Kreativitas membutuhkan ransangan dari lingkungan untuk berkembang secara optimal. Beberapa faktor yang mnentukan yaitu: 
1)   Kebebasan : orang tua yang percaya untuk memberikan kebebasan kepada anak. Orang tua tidak otoriter, tidak terlalu membatasi kegiatan anak,dan tidak terlalu cemas mengenai anak mereka.
2)   Respek: orang tua yang menghormaati anaknya sebagai individu, percaya akan kemampuan anak mereka, dan menghargai keunikan anak mereka. Sikap orang tua seperti ini akan menumbuhakn kepercayaan diri anak untuk melakukan sesuatu yang orsinal.
3)   Kedekatan emosi yang sedang: kreativitas akan dihambat dengan suasana emosi yang mencerminkan rasa permusuhan, penolakan, atau rasa terpisah. Tetapi, keterikatan emosi yang berlebihan juga tidak menunjang pengembangan kreativitas karena anak bergantung kepada orang lain dalam menentukan pendapat atau minat.
4)   Prestasi bukan angka: Orang tua anak kreatif menghargai prestasi anak, mendorong anak untu berusaha sebaik-baiknya, dan menghasilkan karya-karya yang baik. Tetapi, mereka tidak terlalu menekankan mencapai angka atau nilai tinggi atau mencapai peringkat tertinggi.
5)   Orang tua aktif dan mandiri: Sikap orang tua terhadap diri sendiri amat penting karena orang tua merupaka model bagi anak. Orang tua anak yang kreatif merasa aman dan yakin tentang diri sendiri. Tidak memperdulikan status sosial dan tidak terlalu terpengaruh oleh tuntutan sosial.
6)   Menghargai kreativitas: anak yang kreatif memperolah banyak dorongan dari orang tua untuk melakukan hal-hal yang kreatif.

 
KENDALA-KENDALA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT DAN KREATIVITAS
          Kendala terhadap produktifitas kreatif dapat bersifat internal, yaitu berasal dari individu itu sendiri. Kendala internal yaitu keyakinann bahwa lingkunganlah yang menyebabkan dirinya tidak mempunyai kesempatan mengembangkan kreativitasnya. Keyakinan ini akan menghambat orang untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru, karena pada dasarnya mereka masih tergantung  pada ada/tidaknya persetujuan dari lingkungan terhadap pendapat/tindakan yang mereka pilih (Shallcross dalam Munandar, 1999).
           Kendala eksternal antara lain yang dikemukakan oleh Rogers (Munandar, 1999) yaitu tentang evaluasi. Menurut Rogers, untuk memupuk kreativitas, pendidik tidak memberikan evaluasi, atau setidaknya menunda memberikan evaluasi sewaktu anak sedang berkreasi. Bahkan menduga akan dievaluasi pun dapat mengurangi kreativitas anak.
            Tindakan apresiasi nyang berlebihan pun hendaknya disampaikan sesudah anak mencapai prestasi. Kecenderungan orang tua dan pendidik menjanjikan sesuatu yang berlebihan kepada anak sebagai syarat bagi pencapaian prestasi akan menghambat anak untuk berkreasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar