Aku menghilangkan diri diantara serdadu berkacamata hitam, berhak tinggi.
Sambil dadaku turun naik menebak2 apa aku akan dicari
Atau ia tak sadar aku telah pergi?
Aku hilang, dengar! Lihat!
Aku tak benar2 mati, hanya berpindah dengan cepat dibeberapa tempat, sekelebat sekilat
Ternyata benar aku tak dicari
Ya sudah, aku menyerahkan diri
biar terpampang dalam kertas dipaku dikeningmu
Harapan tak pernah terlalu tinggi
Aku hilang dan seharusnya kau cari
aku hilang dan seharusnya kau temukan. Sungguh aku benar2 hilang sekarang
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Mei 2016
Hilang
Rabu, 18 Januari 2012
L.E.C.A 2
sering aku nyaris putus asa
tapi kata setia menenangkanku
sering aku tersudut sendiri
dan imajinasiku menarikku
aku kadang letih bertarung bersama logika
karena dia kejam
menumpahkan air mata bersama darah
dan aku bergantung pada harapan
keyakinan yang kadang-kadang jatuh sebagai larik-larik ilusi
aku tak berdaya diantara para serdadu yang kuat
aku marah, kecewa tapi tak bisa
karena aku lebih rapuh
serdadu itu berlalu lalang menutup sebelah matanya
melihatku dan tercipta senyum disudut bibirnya
kejam
ketakutan menyergap
sangat takut
kadang-kadang juga aku merasa terhakimi
aku tetap bertahan
dan dalam pertahanan itulah aku menangis
biarlah..
karena kutahu dia mencintaiku
segala upaya adalah bukti betapa
aku ingin mematri satu kata
disetiap sudut jiwa
bahwa aku ada
walau berat
dan simfoni hitam perlahan merasuk
aku menutup telinga
sebab lirih dan mereka tak akan mengerti
sebab aku yang berjalan diatas sebuah jalan panjang
sebab kakiku yang tertusuk duri
sebab aku yang menebar bunga
sebab bukan mereka yang berjalan diatas kaki-kaki kisah ini
aku yang mencari dari kolong hingga pintu langit
dan yang mengetuk setiap pintu-pintu itu
untuk mengambil setiap helai sayap malaikat
untuk kurangkai untukmu atas namaku
menjadi sebentuk hati yang akan bercerita
bahwa aku memujamu
sampai kelak aku menunggumu
dipintu keabadian
selipkan aku dicelah jiwamu
dan biarkan tumbuh menjadi pohon cinta berisi kekuatan
dan kekuatan terbesar adalah doa
ayat-ayat anggunnya adalah pertahanan terakhirku
karena aku wanita yang berharap apa arti diriku
By : Putri Vidy
tapi kata setia menenangkanku
sering aku tersudut sendiri
dan imajinasiku menarikku
aku kadang letih bertarung bersama logika
karena dia kejam
menumpahkan air mata bersama darah
dan aku bergantung pada harapan
keyakinan yang kadang-kadang jatuh sebagai larik-larik ilusi
aku tak berdaya diantara para serdadu yang kuat
aku marah, kecewa tapi tak bisa
karena aku lebih rapuh
serdadu itu berlalu lalang menutup sebelah matanya
melihatku dan tercipta senyum disudut bibirnya
kejam
ketakutan menyergap
sangat takut
kadang-kadang juga aku merasa terhakimi
aku tetap bertahan
dan dalam pertahanan itulah aku menangis
biarlah..
karena kutahu dia mencintaiku
segala upaya adalah bukti betapa
aku ingin mematri satu kata
disetiap sudut jiwa
bahwa aku ada
walau berat
dan simfoni hitam perlahan merasuk
aku menutup telinga
sebab lirih dan mereka tak akan mengerti
sebab aku yang berjalan diatas sebuah jalan panjang
sebab kakiku yang tertusuk duri
sebab aku yang menebar bunga
sebab bukan mereka yang berjalan diatas kaki-kaki kisah ini
aku yang mencari dari kolong hingga pintu langit
dan yang mengetuk setiap pintu-pintu itu
untuk mengambil setiap helai sayap malaikat
untuk kurangkai untukmu atas namaku
menjadi sebentuk hati yang akan bercerita
bahwa aku memujamu
sampai kelak aku menunggumu
dipintu keabadian
selipkan aku dicelah jiwamu
dan biarkan tumbuh menjadi pohon cinta berisi kekuatan
dan kekuatan terbesar adalah doa
ayat-ayat anggunnya adalah pertahanan terakhirku
karena aku wanita yang berharap apa arti diriku
By : Putri Vidy
Minggu, 15 Januari 2012
L.E.C.A
My Lovely Beyyyy.. ^^
Banyak purnama telah kulewati
tapi aku lebih suka mendamba pagi hari
Aku tahu kau selalu ada
jadi jangan tanyakan mengapa kumencintaimu
karena aku pun tak tahu
Sering amarah menambah sesak
Amarahku terkadang menyakitimu
Tapi percayalah aku tak membencimu
aku sering cemburu
tapi percayalah bukan untuk menyakitimu
Aku dan kau berbeda
kita memang tak sama
Secara kodrati itu pasti
tapi bicara hati jangan tanya lagi
sudah terpaut, terkunci dan kuncinya hilang entah kemana
dan tak akan kucari.
Kisah kita sudah terlalu dewasa untuk dipermainkan
Bukan cinta kebun binatang
Yang orang lain jadikan pedang untuk bersilat
Mimpi adalah lautan emosiku yang selalu menderu
Tak akan surut seperti pelangi yang terpudarkan oleh malam
Surga kita terlalu kuat untuk dikalahkan
dan kumbang-kumbang nakal
jangan mendekat
sejuta belati beracun menjadi tameng
berhenti berharap!
Sudah terlalu kejam dunia yang tajam menusuk dari segala arah
dan kau tahu sayang, kita adalah pemenang
Jangan ragu, nikmati caraku mencintaimu
karena bilapun aku sederhana bahkan terlalu biasa
aku menghebatkanmu!
Sampai nanti aku tak bernyawa lagi..
By : Putri Vidy
Banyak purnama telah kulewatitapi aku lebih suka mendamba pagi hari
Aku tahu kau selalu ada
jadi jangan tanyakan mengapa kumencintaimu
karena aku pun tak tahu
Sering amarah menambah sesak
Amarahku terkadang menyakitimu
Tapi percayalah aku tak membencimu
aku sering cemburu
tapi percayalah bukan untuk menyakitimu
Aku dan kau berbeda
kita memang tak sama
Secara kodrati itu pasti
tapi bicara hati jangan tanya lagi
sudah terpaut, terkunci dan kuncinya hilang entah kemana
dan tak akan kucari.
Kisah kita sudah terlalu dewasa untuk dipermainkan
Bukan cinta kebun binatang
Yang orang lain jadikan pedang untuk bersilat
Mimpi adalah lautan emosiku yang selalu menderu
Tak akan surut seperti pelangi yang terpudarkan oleh malam
Surga kita terlalu kuat untuk dikalahkan
dan kumbang-kumbang nakal
jangan mendekat
sejuta belati beracun menjadi tameng
berhenti berharap!
Sudah terlalu kejam dunia yang tajam menusuk dari segala arah
dan kau tahu sayang, kita adalah pemenang
Jangan ragu, nikmati caraku mencintaimu
karena bilapun aku sederhana bahkan terlalu biasa
aku menghebatkanmu!
Sampai nanti aku tak bernyawa lagi..
By : Putri Vidy
Rabu, 28 Desember 2011
Diam..
Heningnya malam sungguh hening
Mengetuk pintu yang sengaja kututup
Riuh suara mata-mata itu memandang
Selalu tampak hina tanpa penghargaan
Dinginnya pagi terasa amat dingin
Menusuknya sendiri dan merasa sakit
Adakah mereka menyadari
Dan ranting itu pun rapuh dan jatuh
Dan jangan tanyakan bagaimana panasnya siang
Membakar jiwa-jiwa sedih kering tanpa amarah lagi
Hanya diam itu yang tak dapat mengartikan
By : Putri Vidi
Minggu, 11 Desember 2011
Sebab..
Sebab aku adalah wanita yang mendekap segala
emosi
Sebab emosi itu membuncah deras meyapu sukma
Ada
amarah terpancar dan redup atas segala cerita semu
Sebab
mereka adalah bukan aku…
Sebab
waktu-waktu tak memihakku
Dan kehampaan masih saja perih terasa
sebab aku rapuh akan segala upaya
sebab aku rapuh akan segala upaya
Dan terus aku bertarung bersama logika
Aku ini bintang malam
Tapi aku bukan juga kejora yang diharap
Ketika awan kegelapan menyelimuti nurani
Aku masih seperti ini
Sebab aku adalah wanita yang mendekap segala
emosi
By : Putri Vidy
Minggu, 04 Desember 2011
Manusia setengah bayangan
Dia masih tertawa dengan suara merdu yang
terkadang mengiris batin
Mata sendu itu berkata dia mencintaiku
Dan dia berlari tak tentu arah
Merongrong suasana dengan segala amarah
Dia itu aku mendekap segala harapan
Tak nyata dia terbentuk diatas segala
pengharapan kesempurnaan
Kebodohan terselip mencemooh kenyataan
Dan sekali lagi terbentur kesadaran akan
ilusi
aku bercermin pada kisah yang redup
dan dia adalah aku
aku adalah bayangan yang tak dapat disentuh
sebab aku semu, cinta sendiri terhadap dia
dan dia adalah bayangan yang kejam tapi
memabukkanku
hidup pada kepalsuan akan senja yang hampa
dan aku tetap saja adalah manusia setengah
bayangan
By : Putri Vidy
Langganan:
Postingan (Atom)
