Heningnya malam sungguh hening
Mengetuk pintu yang sengaja kututup
Riuh suara mata-mata itu memandang
Selalu tampak hina tanpa penghargaan
Dinginnya pagi terasa amat dingin
Menusuknya sendiri dan merasa sakit
Adakah mereka menyadari
Dan ranting itu pun rapuh dan jatuh
Dan jangan tanyakan bagaimana panasnya siang
Membakar jiwa-jiwa sedih kering tanpa amarah lagi
Hanya diam itu yang tak dapat mengartikan
By : Putri Vidi
waahh langsung dingin nih membaca puisi anda
BalasHapushehehe
puisinya bagus kakak :)
BalasHapus